0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 

Perang Dagang 2; Tiongkok Siapkan Tanggapan Ancaman AS

Forex
9 Juni 2020 | 12:54 WIB

Kekhawatiran perang dagang ke-2 antara AS - Tiongkok mulai nampak. Tiongkok akan membatasi pembelian dan suku cadang untuk produk-produk AS setelah AS siapkan pembatasan kembali untuk Huawei.
Sore hari Jumat (15/5), kementerian perdagangan AS dikabarkan telah menyusun rancangan pembatasan untuk perusahaan elektronik Tiongkok, Huawei, dengan membatasi dan mempersulit penjualan suku cadang untuk perusahaan tersebut. Sikap anti-Huawei dari AS mulai nampak setelah rencana Tiongkok untuk mengembangkan teknologi 5G yang akan dimotori oleh perusahaan Huawei, dan hal ini memicu kemarahan AS, yang menginginkan mengembangkan teknologi yang sama lebih dulu dari Tiongkok. Segala alasan dan pembatasan sudah dilakukan oleh AS dan mendapat balasan dari Tiongkok, yang akhirnya diredakan oleh ksepakatan dagang tahap pertama kedua negara pada bulan Januari 2020 lalu.
Akhir-akhir ini, AS kembali melayangkan tuduhan, Tiongkok secara sengaja menyebarkan wabah Korona dengan virus Covid-19 yang dikembangkan oleh laboratorium di Wuhan, tuduhan yang belum diberikan bukti pendukung apapun oleh pihak AS. Sikap AS terus dipertegas dengan ancaman presiden AS, Donald Trump, untuk melakukan sanksi dagang kembali kepada Tiongkok. Lalu, kementerian perdagangan AS hari ini, menyiapkan rencana pembatasan suku cadang untuk semua produk Huawei, yang akan berlaku secepatnya, walau akhirnya direvisi akan berlaku pada 13 Agustus mendatang.
Tanpa menunggu lama, seperti yang dikabarkan oleh media GlobalTimes, kementerian perdagangan Tiongkok mengumumkan ancaman balasan, akan menempatkan kembali produk-produk AS, yaitu: Apple, Qualcomm, dan Cisco dalam “daftar yang tidak dapat dipercaya”, serta akan membatalkan semua pesanan pesawat Boing dari AS. Dimana ke-4 perusahaan AS tersebut dikenal cukup tergantung pada pasar Tiongkok untuk tingkat penjualannya. Seorang pengamat ekonomi Tiongkok menyatakan,produk-produk yang masuk dalam daftar tersebut akan sangat sulit untuk mendapatkan hak legal kembali di pasar Tiongkok.
Bila kekhawatiran perang dagang tersebut terus berlanjut, aset aset aman berpeluang mendapatkan angin segar dan diminati oleh pelaku pasar. Harga logam emas dan dolar AS berpotensi menguat di tengah ketidak-pastian perang dagang, dan memukul mata uang lain sebagai aset berisiko. Berlanjutnya perang dagang ke-dua negara akan berimbas buruk bagi mata uang Australia, yang secara ekonomi bergantung pada eksport ke Tiongkok. Sedangkan di tengah masih belum stabilnya pemulihan ekonomi global di tengah penyebaran wabah Korona, minat pasar terhadap aset likuid dolar AS masih akan bertahan,walau berlangsungnya perang dagang ke-2 ini.  

RELATED NEWS

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI